Blog

Talkshow Bene & Fico di Bandung

bene-fico-bandung-2

bene-fico-bandung-2Dua komika yang namanya terkenal berkat StandUp Comedy (SUCI) 3, Bene Dionysius Rajagukguk dan Fico Fachriza memperkenalkan buku terbaru mereka Ngeri-Ngeri Sedap dan Martabak Asam Manis di Bale Santika Universitas Padjadjaran Bandung.

 

bene-fico-bandung

Bene yang hobi membaca buku dan koran ini, sudah ada keinginan untuk menulis buku meskipun awalnya bukan buku tentang komedi. Alasan Bene mengambil judul Ngeri-Ngeri Sedap karena ia ingin dengan judul saja orang langsung mengerti bahwa buku ini bercerita mengenai kisah orang Batak. Isinya sendiri tidak jauh berbeda dari judul yang diambil yaitu mengenai hidup Bene yang dibesarkan di keluarga Batak.

Berbeda dengan Bene, alasan Fico menulis buku adalah ingin membuahkan karya nyata. Dalam bukunya Martabak Asam Manis, Fico berbagi pengalamannya ketika menjadi anak broken home. Uniknya, ia menambahkan bumbu komedi yang segar dalam buku perdananya tersebut. Fico menambahkan, dari buku kita bisa belajar bagaimana mengembalikan keadaan dengan tetap di jalan yang benar. Hal itu yang menguatkan alasan Fico memilih Martabak Asam Manis sebagai judul bukunya.

Disela-sela acara, Bene & Fico sempat menceritakan seputar karir mereka di dunia Stand-Up Comedy yang kini akhirnya membawa mereka pada kesuksesan. Menurut mereka, kesuksesan mereka sama-sama karena terinspirasi dari Raditya Dika.

“Berawal dari video Stand-Up Comedy di internet, video milik Raditya Dika yang gw lihat. Sejak bergabung di Komunitas Stand-Up Depok mulai mencintai kesenian StandUp Comedy,” kata Fico.

Dalam penggarapan bukunya, Bene dan Fico keduanya menghabiskan waktu hampir satu tahun sampai buku selesai dan terbit.

“Nulis cepat tapi mikir apa yang mau di tulis yang lama. Ngumpulin ide dan bikin konsep apa aja yang mau di tulis,” ujar Bene, saat Talk Show Standup Comedy dan Bedah Buku, di Bale Santika, Selasa (28/10).

Berbeda dengan Bene, yang menghambat Fico dalam menyelesaikan bukunya adalah kegiatan tour dan shooting. Fico menambahkan, kalau sedang fokus dalam satu hari bisa menyelesaikan satu bab.

Bene dan Fico berharap buku yang mereka tulis mampu mempromosikan buku itu sendiri. Menulis buku dengan konten yang bagus juga penting supaya orang tertarik untuk membaca.