Blog

Cerita Horor Pertama Simpleman, Rumah Angker di Rumah Temanku

rumah angker di rumah temanku

Ketika ditanya berapa jumlah cerita horror yang pernah dituliskan, Simpleman tak pernah secara pasti menghitungnya. Yang jelas tidak semua hadir di threads Twitter, seperti Sewo Dino, Janur Ireng dan Ranjat Kembang. Sejak mengenali standardisasi penulisan, Simpleman, mulai memilah-milah, agar ada hal berbeda dan baru. 

Sebelum menulis threads KKN Di Desa Penari di Twitter, ada cerita yang ia tuliskan tentang tanah yang diberi tumbal. Dari sana ia belajar memberanikan diri untuk menuliskan cerita horor untuk pertama kalinya berdasarkan kisah nyata.

Sampai saat ini Simpleman masih konsisten untuk menyembunyikan diri. Ya tidak ada yang tahu di balik akun Simpleman. Di podcast YouTube Behind The  Book, sosok Simpleman hadir dalam suara asli. Jadi hanya Barkah Winata, host, dan kru podcast Behind The Book yang boleh melihat wajahnya Simpleman.

Rumah Angker di Rumah Temanku

Simpleman memberikan judul tersebut, kisah horor pertama yang ia tulis di Twitter. Walaupun sekilas nampak sederhana, sebenarnya kisah keangkeran tergolong baru bagi yang belum mengenal budaya Jawa.

Sebelum menceritakan soal tanah tumbal, Simpleman mengutarakan tidak semua cerita horor ia terbitkan dalam buku. Tidak pula bisa hadir di layar lebar seperti film Sewu Dino dan KKN Di Desa Penari. Semua cerita horor ditulis di sela-sela waktu senggang tanpa berpikir akan seperti apakah respon netizen.

Judul cerita horor pertama yang Simpleman tulis di Twitter adalah “Rumah Angker di Rumah Temanku.” Kisahnya ditulis apa adanya, tanpa polesan dan mengalir saja. Orginal, khas gayanya di Twitter. 

Cerita ini didasarkan pada pengalaman pribadi ketika mengunjungi rumah teman. Bermula ketika ia menyaksikan secara visual seorang nenek tertidur di atas bale dapur. Bale dapur adalah semacam dipan atau tempat istirahat yang terbuat dari kayu/bahan bambu. 

Sembari menyisipkan cerita, Simpleman mencerita kondisi di dapur masyarakat Jawa dahulu, yang  biasa disediakan semacam bale, tempat tidur dari kayu/bambu untuk beristirahat. 

Tanpa mengurangi esensi versi kisah bertutur dari podcast berikut “Rumah Angker di Rumah Temanku, diubah dari versi audio dalam bentuk teks cerita.

Cerita ini dimulai dengan Simpleman diajak menginap di rumah temannya, di desa tetangga. Rumah itu terlihat biasa dari luar. Ada keanehan yang SImpleman rasakan, ketika menginap di sana. Simpleman melihat visual dari nenek-nenek yang sedang tidur di bale dapur. Ia menyangka nenek tersebut memang ada dan mendiami rumah tersebut.

Simpleman menggambarkan bagaimana ia melihat nenek-nenek tidur di bale dapur tak jauh dari kamar mandi. Awalnya ia mengira itu adalah nenek temanya. Simpleman kemudian menyadari bahwa itu adalah entitas spiritual. Selama menginap, Simpleman juga mendengar ketukan di belakang rumah, khususnya pada pintu yang tidak boleh dibuka, yang menghubungkan ke halaman belakang.

Suatu malam, ketika Simpleman mencoba untuk membuka pintu tersebut, tangan Simpleman tiba-tiba dicengkram oleh nenek tersebut. Simpleman merasa tangan Simpleman mencengkram dan ada suara yang menyeramkan. Meskipun ada keinginan membuka pintu, Simpleman tidak bisa, dan Simpleman pun kembali tidur. 

Pagi harinya, Simpleman tidak menceritkan kejadian semalam. Walaupun ada seorang teman yang merasa aneh dan mencoba memancing dengan satu pertanyaan. Namun Simpleman tidak terpancing untuk bercerita. Usai Kembali ke desanya, satu per satu teman-temannya bercerita pernah melihat anak kecil, kakek-kakek. Ternyata Simpleman tentang pengalaman itu.

Kemudian, Simpleman mengungkapkan bahwa rumah tersebut memiliki tanah tumbal yang diyakini digunakan untuk melindungi rumah dari maling atau bahaya lainnya. Selain itu, Simpleman menjelaskan bahwa dia adalah satu-satunya teman yang belum pernah mengunjungi rumah tersebut sebelumnya, dan teman-teman Simpleman telah mengalami berbagai kejadian gaib di sana, seperti melihat anak kecil, kuntilanak, dan kakek-kakek yang berdoa.

Cerita ini kemudian berlanjut dengan pengungkapan bahwa cerita-cerita Simpleman yang lain, seperti KKN Di Desa Penari, Sewu Dino, dan Janur Ireng, sebenarnya memiliki hubungan dengan cerita rumah angker ini melalui beberapa tragedi yang terhubung secara tipis. Semua cerita ini menjadi bagian dari “semesta” yang Simpleman ciptakan, yang mungkin akan membantu menghubungkan semua elemen cerita-cerita Simpleman menjadi satu kesatuan yang menarik bagi pembaca atau netizen.

Cerita horor di atas mungkin menciptakan nuansa misteri dan ketegangan, dengan penggabungan elemen-elemen horor tradisional Jawa seperti sosok nenek  dan tanah tumbal yang dipasang kepala kerbau dan ubo rampe seperti bunga dan rempah-rempah.

 

Simak obrolan lebih lengkap di saluran YouTube Behind The Book bersama Simpleman.