Blog

Catatan Hitam; Warna Lain dari Risa Saraswati

catatan hitam

Selama ini, Kunetizen pasti mengenal Risa Saraswati sebagai penulis cerita horor, vokalis band, dan sahabat dari Peter, Hans, Jansen, Hendrick, serta William. Tapi tahukah kamu bahwa Risa juga suka menulis puisi, lho. Yup, melalui bukunya yang berjudul Catatan Hitam, Risa mencoba menuangkan kemampuan berpuisinya.

Catatan Hitam merupakan kumpulan puisi yang ditulis Risa dari rentang tahun 2008 sampai 2016 tentang mimpi, harapan, dan angan. Lantas, mengapa hitam?

“Kupilih hitam untuk menamai coretan ini. Mungkin bagimu ini adalah sebuah kegelapan, pekat, pengap, dan tanpa akhir. Tapi coba kau buka sisi hitam yang lain, kau akan menemukan banyak warna di dalamnya. entah merah, hijau, kuning, biru, bahkan jingga. Semuanya bersatu membentuk sebuah hitam,” begitu yang dituliskan Risa dalam prolog Catatan Hitam.

Setiap momen yang Risa ungkapkan melalui puisi-puisinya ini menggambarkan apa yang ia rasakan saat itu. Momen yang mungkin—bagi sebagian orang—biasa saja, namun begitu istimewa bagi mojang Bandung ini. Sederhana, tapi begitu istimewa. Seperti salah satu puisinya di bawah ini yang berjudul, Devenport.

 

BACA JUGA

Perjalanan Karya Risa Saraswati; dari Danur hingga Jansen

 

“Berdua kita habiskan waktu.

Bersamamu mimpi terbentang indah.

Menghabiskan hari tak menentu.

Semua rasa hilangkan resah.

 

Gadis kecil bermain biola.

Lagunya mengalir sendu.

Kau genggam jemariku dingin.

Seolah lagu ini milik kita berdua.

 

Di Devenport kita berjanji.

Selamanya sehidup semati.

Tak terucap meski tak pasti.

Pijakan ini kan kita titi.”

 

Catatan Hitam memiliki tempat tersendiri bagi Risa. Tempat dimana ia bisa menemukan warna lain saat membacanya kembali. Tempat yang mampu menghadirkan kembali kenangan dengan masa lalu dan menjadikannya istimewa.

Nah, Kunetizen, ini saatnya bagi kamu untuk menyaksikan sisi lain dari seorang Risa Saraswati melalui Catatan Hitam. Tidak hanya itu, melalui buku ini Risa juga mengajak Kunetizen untuk menemukan warna lain seperti yang ia lihat saat membacanya. Penasaran? Pastinya, untuk sesaat, kamu bisa menikmati karya Risa tanpa harus bersinggungan dengan ‘sahabat-sahabat’-nya. Cacatan Hitam sudah bisa kamu dapatkan di toko buku kesayanganmu. Selamat membaca!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>