Blog

Dwitasari: Kerja Bareng Bukune, Seru!

CKSC depan

CKSC depanPenggemar novel remaja tentu sudah tidak asing dengan nama Dwitasari, dong? Yup, belum lama ini, novel terbaru Dwita bersama Bukune sudah bisa kamu dapatkan, lho, di toko buku terdekat. Kira-kira, novelnya bercerita tentang apa, ya? Dan, bagaimana ceritanya ya, sampai Dwita bikin buku di Bukune? Yuk, ikuti wawancara Kune bersama Dwita di bawah ini.

deta ckc

Penggemar novel remaja tentu sudah tidak asing dengan nama Dwitasari, dong? Yup, belum lama ini, novel terbaru Dwita bersama Bukune sudah bisa kamu dapatkan, lho, di toko buku terdekat. Kira-kira, novelnya bercerita tentang apa, ya? Dan, bagaimana ceritanya ya, sampai Dwita bikin buku di Bukune? Yuk, ikuti wawancara Kune bersama Dwita di bawah ini.

– Halo, Dwita. Apa kabar? Bagaimana ujiannya kemarin?
Halo, Kune, kabar baik! Kune gimana kabarnya? Masih memendam cinta dalam diam nggak? :’D Oh, iya, kemarin ujian tengah semester di kampus aku lancar banget. Makasih buat Sahabat Pembaca Dwitasari yang udah doain Kak Dwita supaya lancar ujiannya juga, ya! :*

– Kune mau ngobrol-ngobrol lebih dekat dengan Dwita nih. Boleh ya?
Boleh, dong. Yang nggak boleh itu cuma ninggalin cewek yang sayang banget sama kamu justru saat dia lagi dalam keadaan sayang banget sama kamu, kok. :’)

– Bagaimana nih, rasanya kali pertama kerja sama dengan Bukune?
Seru banget. Sampe lupa buat baper kalau lagi kerja bareng tim Bukune.

– Ceritakan sedikit dong bagaimana kamu bisa bekerja sama dengan Bukune?
Awalnya memang ketemu dulu sama Mas Fial dan Mas Edo. Kita ngobrol-ngobrol bareng, meeting di mana-mana. Asik meeting-nya ke banyak tempat, makanannya juga enak, aku mah ikhlas aja dibawa ke mana-mana asal nggak dibawa ke hubungan yang jalan di tempat aja. 😛 Terus, aku mulai nulis novelnya, setelah itu di-edit sama Mas Irsyad, dan lahirlah novel ini. Ngomong-ngomong, nih, hal paling menyenangkan itu waktu aku tanda tangan buku pre order. Aku tanda tangan buku itu dua jam sebelum aku UTS Mata Kuliah Bahasa Jawa Dasar di kampus. Kebayang, dong, pegelnya tangan aku sambil ngerjain UTS. Tapi, asli, deh, nggak kerasa pegelnya demi yang udah ikutan pre order buku “Cerita Kita = Cinta” :*

Cerita Kita Sama dengan CintaCerita Kita = Cinta ‘kan sudah terbit, nih, isinya tentang apa, sih?
Masih tentang kisah cinta remaja yang penuh banyak rasa. Jatuh cinta diam-diam, jatuh cinta tapi nggak berani mengungkapkan, jatuh cinta tapi cuma bisa lihat dari jauh. Apalagi? Baca aja bukunya~ 😀

– Kamu dapat ide dari mana saat menulis Cerita Kita = Cinta?
Ide dan inspirasi bisa datang dari banyak hal serta peristiwa. Dari curhatan aku atau dari curahatan temen aku sendiri. Tapi, di buku Cerita Kita = Cinta ini, lebih banyak curhatan aku sendiri kali, ya? Apalagi di halaman depannya…… ada apa? Cek sendiri aja. 😛

– Ceritakan dong proses kreatifnya?
Proses kreatifnya asik banget. Aku jarang menulis novel yang tokohnya SMA banget. Rata-rata sudah kuliah atau sedang menuju tahap meninggalkan SMA menuju dunia perkuliahan. Nah, novel ini tokohnya kebanyakan anak SMA. Waktu nulis ini aku juga nggak terlalu mengalami kesulitan karena beberapa kisah di dalamnya pernah aku alami. Intinya, cerita dalam novel ini bukan hanya aku saja yang pernah mengalami, tapi juga orang lain, atau bahkan kamu yang lagi baca tulisan ini. 😀

– Seperti apa karakter-karakter yang kamu tampilkan dalam novel Cerita Kita = Cinta dan dari mana mendapat idenya?
Karakternya memang SMA banget, tapi bukan berarti kisah di dalamnya punya akhir yang gampang ditebak, lho. 😀 Ada banyak kejutan yang bikin kamu gregatan sendiri, sebal sendiri, gemes sendiri, ngedumel sendiri. Nah, kalau ide ceritanya dari kehidupan aku sehari-hari juga gimana aku mengamati lingkungan sekitar, mengamati anak SMA, dan mengamati pembaca aku.

– Apa yang jadi pembeda di novel ini dibanding novel-novelmu sebelumnya?
Yang jadi pembeda adalah cerita dan tokoh-tokohnya. Ceritanya mungkin terlihat ringan, tapi justru yang ringan dan sederhana itulah yang seringkali membuat kita berpikir dan berkata dalam hati sambil sesekali menyadari “Duh, gue banget!”Kalau dari tokoh-tokohnya, novel ini lebih SMA banget, tapi buka berarti semua kalangan nggak bisa baca. Novel ini bisa dibaca semua kalangan dan buat kamu yang udah nggak lagi SMA, novel ini bisa bikin kamu nostalgia sambil senyum-senyum sendiri. :3

– Setelah novel ini rencananya mau bikin apa lagi nih sama Bukune?
Belum ngomong apa-apa, sih, sama Mas-mas kece yang awalnya ngajak aku nulis di Bukune. Tapi, mimpi aku sejak SMP, pengin nulis buku bareng Raditya Dika. Namun, mengingat aku hanya remaja biasa yang cuma punya hobi nangis dan nulis, ya, mimpi kecil itu masih aku bawa dalam doa sambil terus berusaha menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Aku sendiri sangat menikmati proses kreatif bersama Bukune dan nggak sabar untuk karya kreatif selanjutnya.

– Apa harapanmu dengan hadirnya novel ini?
Harapan aku sederhana, bagi Sahabat Pembaca Dwitasari yang baca buku ini semoga tahu bahwa kadang perasaan yang kita pikir bukan cinta, yang berusaha kita sangkal bukan cinta, bisa aja sebenernya adalah cinta. Jangan sampai terlambat menyadari apalagi terlambat menyatakan. :”)

Oke deh, Dwita. Semoga bukumu bersama Bukune laku keras, ya, dan cita-citamu nulis bareng Raditya Dika tercapai. Aminn!