Blog

Bene Dion: Menjadi Penulis, Salah Satu Impian Tercapai Lagi

bene-dion

bene-dionBagi penikmat Stand Up Comedy, nama Bene Dionysius Rajagukguk—atau yang dikenal dengan Bene Dion—tentunya sudah tak asing lagi. Kepiawaiannya saat menjadi seorang comic jelas mampu mengundang gelak tawa para penonton. Namun, bagaimana jika Bene menjadi penulis?

bene-dion2

Yup, belum lama ini Bene sukses “melahirkan” karya perdananya dengan judul Ngeri-Ngeri Sedap. Dalam bukunya ini, Bene menceritakan berbagai macam persoalan dirinya sebagai pemuda Batak yang mencoba menaklukan dunia. Seperti apa ya, kira-kira isi bukunya? Yuk, ikuti obrolan santai Kune bersama Bene Dion.

Hai, Bene. Apa kabar?
Halooo. Puji Tuhan sehat dan bahagia.

Bagaimana nih, rasanya jadi penulis?
Rasanya senang kali. Akhirnya beneran jadi penulis, punya buku. Salah satu impian tercapai lagi.

Bisa ceritakan nggak awal mula kamu tertarik menulis?
Pas aku SD, Bapak yang seorang guru, sering bawa pulang buku-buku dari perpus sekolahnya. Bapak pun langganan koran. Tulangku yang kebetulan kepala sekolah sebuah SD, juga rajin ngasih aku buku-buku. Aku jadi rajin baca. Awalnya cuma sebagai pembaca, kemudian tertarik mulai menulis. Pas SMP aku udah mulai rajin menulis dan beberapa kali tulisanku diterbitkan koran lokal Sumatera Utara. Menjadi penulis adalah salah satu cita-citaku dari kecil.

Kalau sebagai comic, sudah berapa lama sih kamu menjalaninya dan bagaimana ceritanya sampai kamu bisa jadi comic?
Desember nanti, tepat tiga tahun aku jadi comic. Awal jadi comic bisa dibilang karena Twitter. Waktu itu aku buka Twitter, terus baca twit Raditya Dika yang berisi link video stand up comedy-nya di Youtube. Aku nonton video itu, ketawa ngakak nggak karuan. “Gila…, ada ya lawak model kayak gini. Lucu kali!” Setelahnya, semua video stand up comedy Indonesia aku tonton. Dari yang awalnya cuma penonton, aku kemudian tertarik untuk mencoba (sama kayak menulis). Aku lalu bergabung dengan komunitas stand up comedy Jogja dan kecanduan jadi comic sampai sekarang.

Siapa yang menginspirasi kamu menjadi comic—dan akhirnya menjadi penulis?
Role model-ku adalah Raditya Dika. Aku “terjebak” dalam stand up comedy karena beliau. Aku pun akhirnya berusaha menulis komedi juga karena terinspirasi olehnya. Suatu saat, aku juga ingin bikin film kayak beliau.

Enakan jadi comic atau penulis?
Enakan jadi penulis. Kalo jadi comic, respon penonton bersifat live. Kalo jokes kita nggak lucu, efeknya langsung keliatan saat itu juga. Tanggung jawabnya jadi berat. Kalo penulis, pembaca menikmati tulisan nggak harus di depan kita. Kita nggak ngeliat langsung ekspresi kecewa mereka kalo ternyata mereka nggak suka sama tulisan kita.

Ada kesulitan nggak saat kamu menulis buku ini?
Ada dong. Menurutku menulis itu pekerjaan yang berdarah-darah, penuh perjuangan. Bosnya adalah diri sendiri. Dan mengatur diri sendiri itu susah. Kesulitan yang paling terasa adalah rasa malas. Keinginan untuk menunda selalu muncul. “Santailah, besok kan bisa.”

Bisa ceritakan nggak proses kreatif penulisan buku ini?
Sehabis SUCI 3, aku bertekad menulis buku. Aku bikin konsep buku sendiri, menyelesaikannya lalu mengirimkan ke Bukune. Konsep buku awal adalah pengamatan dan pengalaman dengan Mamak yang dikemas secara komedi. Setelah antre selama tiga bulan, Bukune ngasih kabar setengah baik dan setengah buruk. Lamaranku menjadi penulis diterima dengan syarat konsep buku diubah biar lebih bagus. Aku kemudian berdiskusi dengan editor dan menyepakati konsep baru yang lebih baik. Dan akhirnya, jadilah Ngeri-Ngeri Sedap ini.

Isi bukunya tentang apa sih?
Intinya adalah cerita tentang aku, seorang pemuda Batak, yang berusaha menaklukkan dunia dan masalah-masalah hidup. Masalah-masalah yang biasa dihadapi anak dalam sebuah keluarga.

Menurutmu, apa persamaan menjadi comic dan penulis?
Sama-sama bercerita dan berbagi pemikiran. Comic lewat jokes, penulis lewat tulisan.

Ke depan, apa yang akan kamu lakukan? Menulis lagi atau hanya menjadi comic aja?
Aku berjanji kalo buku ini nggak akan jadi pertama dan terakhir. Aku masih berencana melakukan keduanya, tetap jadi comic dan terus menulis. Aku juga pengin kuliah lagi.

Apa harapanmu dengan hadirnya buku ini?
Aku berharap buku ini bisa menghibur, bikin yang baca senyum dan jadi good mood. Kalo bisa jadi sumber motivasi, lebih bagus lagi. Semoga ya. ☺


ngeri-ngeri-sedapNgeri-ngeri Sedap akan mengajakmu bertualang bersama Bene Dion untuk menaklukkan dunia. Seru dan menghibur. Penasaran? Buruan baca bukunya!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>