Blog

Analogi Cinta Berdua; Tidak Semudah yang Dikira

analogi-cinta-berdua-head

analogi-cinta-berdua-headKata Oka, orang yang jatuh cinta itu keinginannya sederhana: berdua dalam cinta. Benar, kan? Berdua dalam cinta memang manis. Tapi ternyata tidak selamanya cinta itu manis. Cinta itu banyak rasa. Mulai dari manis, asam, sampai pahit. Jadi, masih mau jatuh cinta berdua? Nah supaya kamu tidak galau, simak hasil obrolan Kune dengan Oka, yuk!

analogi-cinta-berdua-head

Kata Oka, orang yang jatuh cinta itu keinginannya sederhana: berdua dalam cinta. Benar, kan? Berdua dalam cinta memang manis. Tapi ternyata tidak selamanya cinta itu manis. Cinta itu banyak rasa. Mulai dari manis, asam, sampai pahit. Jadi, masih mau jatuh cinta berdua? Nah supaya kamu tidak galau, simak hasil obrolan Kune dengan Oka, yuk!

Penulis buku dan pemilik akun @daraprayoga_ ini sebelumnya telah menerbitkan buku Analogi Cinta Sendiri, yang bercerita tentang pemuja rahasia yang hanya bisa jatuh cinta sendiri. Keinginan seorang pemuja rahasia sebenarnya sederhana, ia hanya ingin berdua. Namun untuk berdua, tidak semudah yang dikira. Oka berkata, “Buku ini hadir karena gue pengin ngasih tahu bahwa banyak hal yang mesti dipikirkan, dipertimbangkan, dan yang paling penting, diselesaikan dalam urusan berdua.”

Oka mengaku memilih tema komedi, karena jika semakin dekat (related) dengan kehidupan/kegelisahan manusia maka semakin mudah untuk diterima dan dicerna. Ia juga ingin membuat karya yang menyampaikan pesan sederhana tapi mendalam. Mengajak bercermin dengan bahasa yang tidak rumit dan sangat gampang dipahami. Maka dibuatlah Analogi Cinta Sendiri dan Analogi Cinta Berdua ini. Mengenai proses kreatifnya, Oka mengingat-ingat apa saja yang pernah dialami, lalu ditarik benang merah yang bisa diceritakan dan diambil hikmahnya untuk kemudian disampaikan ke pembaca dengan cara khas. Ia menambahkan, “proses kreatifnya sebenarnya seperti mengorek-ngorek luka lama. Hahaha.”

Jika melihat perbedaan antara buku pertama dan kedua, sebenarnya hanya dari sudut pandangnya saja. Masih tentang cinta dan juga hubungan.

“Kalau yang pertama, Jatuh cinta tapi diam-diam, berarti hubungan yang diam-diam dan hubungan penuh konflik dengan diri sendiri. Untuk yang kedua, sudut pandangnya jatuh cinta berdua, konfliknya lebih besar karena berbenturan dengan diri sendiri dan orang lain,” ujar Oka.

Ketika ditanya mengenai kesulitan saat menulis buku ini, ia mengatakan, “Susah kalau nggak peka. Setiap orang punya kisah cinta yang bisa dibagi, dengan cara apa pun, mulai dari serius, penuh drama, sampai komedi. Yang perlu dilatih adalah kepekaan akan apa yang bisa ditulis itu, dan sudut pandang yang unik dalam menceritakan.”

Semua yang ada di buku ini merupakan pengalaman nyata. Sudut pandangnya adalah perpaduan hasil observasi, mendengarkan cerita-cerita orang, nonton film, dan mendengarkan lagu. Jadi semakin lengkap kegelisahan apa saja yang paling sering menghantui.

Lewat buku Analogi Cinta Berdua, Oka ingin menyampaikan pesan untuk para pembacanya, “Keinginan seorang pemuja rahasia sebenarnya memang sederhana, hanya ingin berdua. Namun untuk berdua, nggak semudah yang dikira. Banyak hal yang mesti dipikirkan, dipertimbangkan, dan yang paling penting, diselesaikan dalam urusan berdua.”

Ia juga berharap agar buku ini dapat menginspirasi baik dari sisi kisah cintanya atau dari semangat dan gaya menulisnya, “dan tentunya, harapannya dibeli-lah,” tutup Oka. Nah, apa kamu sudah siap menjalani cinta berdua dengan semua rasa yang ada di dalamnya?

 


 

analogi-cinta-berduaDara Prayoga atau biasa disapa Oka menulis Analogi Cinta Berdua yang merupakan lanjutan pemikiran dari buku pertamanya. Di buku ini ia mengajak pembaca ke fase-fase pahit-manisnya cinta hingga mengerucut ke dua tujuan akhir; berdua untuk bahagia, atau berpisah dan terluka.

beli

bukune di shopee