Buat pencinta karya-karya Bernard Batubara, Kune mengajak kalian mengenal Bara lebih dekat dan mengulik dapur pembuatan karya terbarunya, Cinta. (baca: cinta dengan titik)
Mulai tanggal 14 September sampai 29 September 2013, Kune akan mengajakmu melakukan Virtual Book Tour. Kita akan sama-sama berkunjung ke beberapa blog yang secara bergantian (setiap hari) akan memuat materi tentang Bara dan novel terbarunya Cinta. (baca: cinta dengan titik) di blog mereka.
Malam Minggu, 31 Agustus 2013 kemarin, Kune mengadakan acara Spooky Night Out bersama para pembaca setia buku-buku horor. Kune dan para peserta ini menjelajah museum di malam hari. Selain seru, acara ini juga cukup membuat kita semua merasakan sensasi yang berbeda, lho!
Malam mulai menjelang. Langit yang tadinya terang pun berubah gelap. Suara jangkrik pun mulai mengalun. Di antara kegelapan, tanpa kamu sadar, ada sosok-sosok tak kasat mata yang bergentayangan. Dalam diam, mereka memerhatikanmu. Mengikutimu tanpa kamu ketahui. Sosok yang biasa disebut makhluk halus itu mulai mengusai malam.
Dalam hidup, perubahan itu adalah sesuatu yang pasti. Termasuk saat kamu berubah dari siswa SD jadi SMP, siswa SMP jadi SMA, dan siswa SMA jadi mahasiswa. Perubahan tingkat ini biasanya diikuti juga dengan kebiasaan yang bikin kamu merasa galau, takut atau bahkan panik saat menjadi siswa baru.
Kamu punya Klub Buku? Mau mendapatkan buku gratis dari GagasMedia dan Bukune? Ayo, bergabung di Arisan Buku!
The Poncer! entah apa artinya, hanya tiga orang sahabat bernama Baim, Kundil, dan Sambas yang tahu. Persahabatan yang dimulai dari SMA adalah anak yang terkenal dengan kebandelan, dan keisengan.
Butiran salju turun dan menutupi sebagian jalan di Kota Zurich, Swiss. Membuat segalanya tampak putih layaknya hamparan kapas yang menghiasi pohon natal saat kau menatapnya dari atas Pegunungan Uetliberg. Dari sisi inilah, kau akan benar-benar bisa menikmati panorama Kota Zurich dan danaunya secara utuh.
Sadarkah kamu, bahwa kita—kaum manusia—tidak hidup sendirian di dunia ini? Ya, suka nggak suka, secara tak kasat mata hidup kita memang berdampingan dengan “mereka”—para mahluk halus. Bukan hanya di rumah atau tempat-tempat umum, mereka juga bergentayangan di tempat kamu menimba ilmu.