Blog

Antara Harga Diri dan Cinta Sejati

Don’t judge book by its cover! Ungkapan ini memang terdengar tidak asing di telinga kita. Ya, memang paling mudah menilai orang dari penampilan luarnya saja. Padahal belum tentu apa yang terlihat secara kasat mata merupakan hal yang sebenarnya.

Karena sesuatu hal, tak jarang seseorang menyembunyikan identitas aslinya. Bahkan ada juga di antara mereka yang menonjolkan sifat serta sikap berbeda dari yang sebenarnya. Hal itu tentu tidaklah baik. Selain tidak menjadi diri sendiri, orang lain pun bisa jadi akan berburuk sangka terhadap kita. Seperti halnya yang dialami Elizabeth Bennet terhadap Mr. Darcy.

Mr. Darcy merupakan pria muda keturunan bangsawan Inggris yang kaya raya. Sejak kehadirannya di rumah keluarga Bennet, Elizabeth mengenalnya sebagai sosok seorang lelaki yang sombong dan angkuh. Bahkan Elizabeth sempat mendengar Mr. Darcy merendahkan dirinya di hadapan Tuan Bingley—sahabat Mr. Darcy.

Mr. Darcy yang memiliki wajah rupawan tentu menjadi incaran tiap wanita. Namun tidak bagi Elizabeth. Ya, sikap Mr. Darcy lah yang membuat ia tidak tertarik sedikit pun. Sayangnya, Elizabeth selalu saja memiliki kesempatan untuk berada di dekat Mr. Darcy. Seolah waktu sengaja mendekatkan mereka.

Elizabeth mencoba sedingin mungkin jika berada di dekat Mr. Darcy. Namun sepertinya sikap dingin Elizabeth inilah yang membuat Mr. Darcy menyukainya. Bagi Mr. Darcy, Elizabeth sangat berbeda dari wanita-wanita yang selama ini ia kenal.

Tak dipungkiri, Elizabeth pun mulai melihat gelagat yang berbeda dari Mr. Darcy. Tetapi sebuah berita miring tentang Mr. Darcy yang ia dengar dari seseorang kian menambah rasa tidak sukanya terhadap pria itu.

Hingga suatu ketika, sebuah kejadian membuat Elizabeth harus bertengkar hebat dengan Mr. Darcy dan sebuah surat sampai datang padanya. Melalui surat itu, Elizabeth merasakan suatu perasaan bersalah terhadap pria yang telah melamarnya itu.

Yup, pada akhirnya, penyesalan akan selalu datang belakangan. Prasangka buruk yang dilontarkan Elizabeth kepada Mr. Darcy berujung tidak menyengangkan, bahkan merugikan dirinya sendiri setelah ia menyadari bahwa sebenarnya ia pun menyukai pria itu.

Pride and Prejudice karya Jane Austen merupakan novel yang sarat akan kehormatan dan konflik. Kenangan masa lalu yang menyakitkan ternyata mampu membuat seseorang menutup dirinya. Memunculkan sikap yang bertentangan dengan dirinya. Namun ada satu hal yang membuat seseorang tidak akan berlalu begitu saja. Cinta.

Ya, cinta, pengorbanan, dan intrik juga menghiasi novel yang diterbitkan di Indonesia oleh Bukuné ini. Ketiga hal itu membuat cerita yang ada di dalam novel ini begitu menarik. Dengan dialek kental para bangsawan Inggris, kesan klasik sangatlah terasa. Penasaran dengan ceritanya? Segera baca novelnya!