“Nggak ada vocabulary ‘menyerah’ dalam kamus besar hidup seorang Indra Widjaya. Semua kegagalan adalah batu pijakan yang bisa ditumpuk-tumpuk untuk membantu kita naik ke ‘atas’ meraih cita-cita.”
Indra Widjaya
Nama: Indra Wijaya Widjaja Wijaya. Seorang ‘mahasisa’ dan penulis darurat yang sering menghabiskan waktunya ngomong sendirian di pinggir tebing sambil mendengarkan lagu. Sekarang dia sedang mengambul kuliah di Fakultas Hukum Brawijaya Malang, dengan cita-cita ingin jadi tersangka cepat lulus. Twitter: @indrawidjayaBlog: indraairi.blogspot.com
Mae telah lama tersesat dan tak menemukan jalan pulang dalam cinta. Hampir setiap malam, tidurnya selalu dihantui oleh kejadian menyakitkan yang membuatnya kehilangan kepercayaan dan harapan pada cinta.
Suasana Otel Lobby pada Kamis (12/7) lalu lebih dingin dari biasanya. Sebagian besar pengunjungnya pun mengenakan kostum musim dingin. Hal lain yang cukup menarik perhatian adalah dua pahatan es berukuran besar yang ada di dalam resto tersebut.
Pocong yang satu ini memang tidak menakutkan. Bisa dibilang, pocong yang satu ini malah membuat kamu—khususnya para perempuan—berteriak histeris karena melihat tampangnya yang oke dan tertawa karena kisah-kisah konyolnya.
Seberapa jauh kamu melangkah, seberapa lama waktu kamu tempuh, kenangan akan tetap menjadi bagian dari sejarah hidupmu. Begitu pun dengan cinta di masa lalu. Keberadaannya tidak akan terhapus oleh jarak dan waktu. Ia akan menjadi bagian dari hatimu.
Ada-ada saja kelakuan para siswa dalam menghadapi Ujian Nasional atau UN! Seperti halnya Juki, seorang siswa SMA nyentrik yang mengaku “anti-mainstream” saat akan menghadapi UN. Karena malas dan menganggap belajar untuk lolos UN “terlalu mainstream”, maka Juki dan Boy sahabatnya berusaha mencari jalan lain.
Masih ingat dengan kisah Manjali, seorang anak korban keteledoran ‘seekor’ genderuwo yang lalai dalam menjalankan tugasnya? Ya, sebelumnya kisah Manjali ini tertuang dalam sebuah komik yang mampu membuat kita tertawa saat membacanya.