Blog

Suasana Horor di Launcing Gerbang Dialog Danur

talkshow-risa-luar

talkshow-risa-luar“Pada saat MC memanggil Risa Saraswati—penulis buku Gerbang Dialog Danur—dan Pidi Baiq untuk masuk ke main stage, tiba-tiba “JLEBB”, tempat acara dan di sekeliling kafe mati lampu.” ~Husnul Khotimah~

 

talkshow-risa3

“Pada saat MC memanggil Risa Saraswati—penulis buku Gerbang Dialog Danur—dan Pidi Baiq untuk masuk ke main stage, tiba-tiba “JLEBB”, tempat acara dan di sekeliling kafe mati lampu.” ~Husnul Khotimah~

Begitulah pengalaman unik yang dirasakan Husnul Khotimah—salah satu promosi Bukune—saat mengikuti launching buku Gerbang Dialog Danur yang ditulis oleh Risa Saraswati pada hari Kamis, 2 April 2015 lalu.

Ya, karena buku Gerbang Dialog Danur merupakan buku bergenre horor, tentunya banyak orang—termasuk Ade, sapaan akrab Husnul—yang menganggap bahwa ini adalah ulah panitia yang sengaja membuat suasana kafe Kantinnasion The Panas Dalam, Bandung, menjadi gelap gulita.

Sayangnya, bukan! Kejadian mati lampu itu adalah nyata. Bukan rekayasa. “Saya pun seketika langsung merinding, sepertinya teman-teman hantu Risa dan para hantu di sekitar tersebut menghadiri acara tersebut,” kata Ade.

Selain suasana yang cukup horor, konsep acara ini pun terbilang unik. Pengunjung yang datang ke acara tersebut merasa seperti berada di ruang pengadilan.

“Risa Saraswati menjadi terdakwa, Pidi Baiq sebagai hakim, dan yang diadili adalah buku Gerbang Dialog Danur,” kata Ade.

talkshow-risa2Reaksi pengunjung pun sangat positif. Selain mereka yang sengaja datang ke acara tersebut, pengunjung yang memang sedang berada di kafe pun mulai mendekat untuk menyaksikan acara ini.

Pada kesempatan itu, Risa berbicara seputar buku Gerbang Dialog Danur. Mulai dari tujuan dia menulis buku ini, awal mula dia menulis, sampai cerita tentang teman-teman hantunya.

Tidak hanya itu, di akhir acara Risa juga menceritakan bahwa ada banyak hantu yang terdapat di sekitar kafe. Mulai dari kuntilanak di atas pohon nangka, sosok perempuan di ruang belakang, teman-teman hantu Belanda-nya yang hadir, dan sebagainya.

“Pengunjung, panitia, pegawai kafe, bahkan sampai Pidi Baiq pun, jadi merasa takut,” ungkap Ade.

Nah, ini baru satu acara. Menurut Ade, rencananya masih akan ada roadshow di beberapa tempat. Tentunya, akan ada banyak cerita menarik lagi untuk disimak. So, nantikan ya kelanjutannya ya!