Mau tahu watak atau sifatmu berdasarkan hari lahir? Atau, ingin menguak lebih dalam tentang pribadimu berdasarkan penanggalan Jawa? Buruan klik di sini atau klik saja menu KliniKonsultasi di atas, karena Bukunè akan membantu menjawab semua pertanyaanmu seputar Primbon. Kami tunggu ya!
Kirim Naskah
Bagi kamu yang punya naskah dan ingin diterbitkan, jangan ragu untuk mengimkannya kepada kami. Info lebih lengkap mengenai pengiriman naskah bisa kamu lihat di sini!
AGENDA
KUESIONER!!!
Ayo, ikutan berpartisipasi mengisi kuesioner Bukuné. Pertanyaannya simple aja kok. Nggak percaya? Coba aja klik di sini!
Bosan dengan foto profil kamu yang itu-itu aja? Pengen ngerubah foto kamu biar lebih seru dan dapet hadiah? Nah, mendingan ikutan kuis Manipulasi Foto Itu Mudah di Bukune. Ikutan kuisnya? Klik di sini!
Judul: Geng Kemoceng Penulis: Ade Jayadireja Tebal: 262 hal Ukuran: 13 x 19 cm ISBN: 602-8066-52-4 Harga: Rp29.000
Sinopsis:
Seperti halnya Saskia, Ines juga berkeliling sambil melihat kertas nama yang ada di meja kami. Tiba-tiba Ines berhenti di depan meja Ajeng. Dia meratiin kertas yang ada di depannya.
"Nama kamu Ayieng?" tanya Ines dalam bahasa Belanda. "Eh, bukan, Bhu. Nama saya Ajeng," kata Ajeng. "A-yeng?" Ines gak nangkep. "A-J-E-N-G!" "Eyeng?" "Bukan, Bhu, AJENG. Pake je-je-je." "Ejeng?" "Yah... panggil aja saya tongseng, Bhu," Ajeng nyerah. "Tongseng? Hmm... nama yang lucu," kata si Ines.
Walah, satu lagi kasus bule bolot. Tapi orang Belanda memang susah banget ngucapin huruf J karena di negara mereka gak ada huruf J. Di sana, huruf J dibaca Y.
Sebuah kutipan dari 25 cerita konyol dan bodoh sebuah geng, terdiri dari lima orang mahasiswi yang otaknya benar-benar melenceng. Mulai dari manjat pagar tinggi pagi-pagi buta, ketinggalan celana dalam di restoran cepat saji, nolongin temennya yang disangka kesurupan, masuk ke toilet cowok, sampe minum viagra karena dikira obat penambah stamina.